Awali Brand Startup dengan IDE


Apakah brand usaha anda sudah rapi? Lalu, apakah usaha tersebut sudah dikelola dengan branding yang baik? Jika jawaban kedua pertanyaan tersebut adalah “belum”, maka mari kita rapikan dengan brand startup.

Mulailah mengelola usaha dengan kesadaran branding. Jangan pernah lagi menjalankan usaha tanpa nama, dengan prinsip yang penting laku, yang penting laba. Karena brand layaknya “deposito berjangka selamanya”. Selama kita kreatif dan konsisten mengembangkannya secara relevan, maka brand akan terus menguntungkan.

Keunggulan produk, sangat mudah dicontek. Harga murah, juga mudah sekali disaingi. Namun brand value dengan strategi branding yang baik, lebih sulit disamai. Karena, saat kompetitor sedang sibuk mengekor, brand kita telah mengembangkan keunggulan kompetitif berikutnya. Dan brand startup, adalah tumpuan awal untuk merapikannya.

Brand Startup
Brand startup merupakan “blue print”. Sejak brand dilahirkan, lalu tumbuh dan berkembang, hingga kemudian menjadi matang. Pada brand startup inilah disemai brand value yang distinctive. Agar brand kita tidak mengekor brand lain yang telah ada. Pelanggan lebih terkesan pada brand yang bisa membuat mereka penasaran dengan tawaran baru. Daripada yang hanya ikut tren di pasaran.

Selanjutnya, brand value tersebut bakal ditumbuhkembangkan oleh strategi branding yang baik. Yakni strategi branding yang kreatif, konsisten, dan relevan. Kreativitas akan menyajikan brand dalam konteks yang baru. Sedang konsistensi bakal menumbuhkan brand secara terencana. Dan relevansi lah yang akan memastikan pengembangan brand tidak keluar dari value-nya.

IDE
Ada formula sederhana untuk mengawali brand startup, yaitu inspiration, development, execution (IDE). Banyak orang merasa tidak punya gagasan kreatif untuk mengembangkan brand-nya. Karena itu, inspirasi bertugas sebagai pemantik. Agar kita bisa mengumpulkan banyak gagasan sebagai alternatif pilihan. Caranya, perhatikan beragam inspirasi di sekitar kita.

Setelah memiliki beragam gagasan, pilihlah yang paling realistis bagi pengembangan (development) brand kita. Mungkin ada gagasan bagus, tapi biayanya terlalu mahal. Atau sebaliknya, ada yang murah tapi jelek. Solusinya, temukan gagasan bagus yang bisa disiasati biayanya. Agar strategi branding kita tetap memukau dengan anggaran terjangkau.

Jika pilihan paling realistis telah ditemukan, segera kerjakan (execution). Agar investasi branding segera bekerja. Sehingga, brand value kita mulai dikenal pelanggan. Dan modal pun bisa lebih awal berkembang. Karena ada transaksi finansial yang berputar. Ingat, menunda strategi branding, berarti memberi kesempatan pesaing untuk lebih dulu mengerjakannya.

————-

Edy SR
Brandpreneur di EDYSR.COM
ide@edysr.com | @edysrid